Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH7 jam lalu

Google Photos Kini Bisa Remix Video dengan Bantuan AI

Google Photos kedatangan fitur baru bernama "Video Remix" yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengubah tampilan video secara otomatis. Fitur ini memungkinkan pengguna mengedit klip video mereka tanpa perlu keahlian editing khusus, cukup dengan beberapa ketukan di aplikasi. Ini jadi salah satu tambahan AI paling substansial yang Google tanamkan langsung di aplikasi galeri foto mereka.

Kemampuan Video Remix cukup beragam — mulai dari mempercantik pencahayaan video yang gelap dengan efek sinematik, mengganti latar belakang yang polos dengan sesuatu yang lebih menarik, hingga menerapkan gaya artistik tertentu ke seluruh klip. Fitur semacam ini sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan aplikasi edit video profesional atau tool berbayar pihak ketiga. Google mengintegrasikannya langsung ke Photos, aplikasi yang sudah dipakai miliaran orang sehari-hari.

Langkah ini mencerminkan tren besar di industri: perusahaan teknologi berlomba menanamkan AI generatif ke dalam aplikasi yang sudah punya basis pengguna masif. Dengan menaruh kemampuan editing video bertenaga AI di tangan pengguna awam, Google menurunkan secara drastis hambatan untuk menghasilkan konten video yang terlihat profesional. Dampaknya bisa dirasakan luas — dari kreator konten kasual hingga pengguna biasa yang ingin memperindah kenangan pribadi mereka.

Yang menarik untuk diikuti adalah sejauh mana Google akan terus memperluas kemampuan Video Remix ini ke depannya. Persaingan di ranah AI untuk editing foto dan video semakin ketat, dengan pemain seperti Adobe, Apple, dan berbagai startup yang juga aktif berinovasi. Apakah fitur ini akan tetap gratis atau akhirnya menjadi bagian dari layanan berbayar Google One, itu juga pertanyaan yang relevan bagi jutaan pengguna Photos.

Baca artikel asli di TechCrunch →