
SambaNova, perusahaan chip AI asal AS, baru saja mengumumkan putaran pendanaan senilai $1 miliar dengan valuasi perusahaan yang kini mencapai $11 miliar. Yang bikin mengejutkan, ini terjadi hanya lima bulan setelah mereka menutup putaran besar sebelumnya. Artinya, dalam waktu kurang dari setengah tahun, kepercayaan investor terhadap SambaNova terus tumbuh signifikan.
Konteks yang menarik: beberapa waktu lalu, Intel dilaporkan sempat melirik SambaNova sebagai target akuisisi dengan harga sekitar $1,6 miliar. Tapi tawaran itu tampaknya tidak jadi — dan kini SambaNova justru berdiri jauh lebih tinggi dengan valuasi hampir tujuh kali lipat angka akuisisi yang pernah disebut-sebut itu. SambaNova sendiri dikenal membangun chip dan sistem AI yang dirancang khusus untuk kebutuhan komputasi skala besar, bersaing di segmen yang selama ini didominasi Nvidia.
Pendanaan sebesar ini mencerminkan betapa panasnya persaingan di pasar infrastruktur AI saat ini. Perusahaan-perusahaan di luar Nvidia berlomba menawarkan alternatif chip AI, dan investor jelas melihat peluang besar di sana. Bagi industri secara keseluruhan, masuknya lebih banyak pemain bermodal kuat bisa mendorong diversifikasi rantai pasok chip AI yang selama ini terlalu bergantung pada satu nama.
Yang menarik untuk diikuti ke depan adalah bagaimana SambaNova memanfaatkan dana segar ini — apakah untuk memperluas kapasitas produksi, merekrut talenta, atau justru mempercepat penetrasi ke pasar enterprise. Persaingan dengan Nvidia, AMD, dan pemain baru seperti Cerebras dan Groq akan makin sengit. SambaNova kini punya amunisi lebih untuk bermain di liga atas.