
Amazon Web Services (AWS) sedang dalam pembicaraan untuk menjual chip AI buatannya sendiri ke pusat data milik perusahaan lain. Ini langkah besar bagi Amazon yang selama ini lebih dikenal sebagai pengguna chip ketimbang penjualnya. CEO Andy Jassy menyebut peluang bisnis ini bernilai sekitar 50 miliar dolar AS.
Selama bertahun-tahun, AWS mengembangkan chip Trainium dan Inferentia untuk kebutuhan internal — dipakai melatih model AI dan menjalankan inferensi di cloud mereka sendiri. Kini, Amazon tampaknya siap membuka akses chip tersebut ke pasar yang lebih luas, bersaing langsung di segmen yang selama ini dikuasai Nvidia dengan lini H100 dan B200-nya.
Langkah ini penting karena pasar chip AI sedang dalam permintaan yang luar biasa tinggi, sementara ketergantungan industri pada Nvidia menciptakan risiko rantai pasokan dan harga yang mahal. Jika Amazon berhasil masuk sebagai pemasok alternatif yang kredibel, ini bisa menekan harga chip AI secara keseluruhan dan memberi lebih banyak pilihan bagi perusahaan yang membangun infrastruktur AI.
Yang menarik untuk diikuti adalah seberapa cepat Amazon bisa meyakinkan data center eksternal bahwa ekosistem software-nya — terutama dukungan framework seperti PyTorch — sudah cukup matang untuk bersaing. Adopsi chip baru bukan hanya soal performa hardware, tapi juga seberapa mulus pengalaman developer saat beralih dari platform yang sudah mereka kenal.