
Meta baru saja menambahkan fitur perlindungan baru pada kacamata AI-nya — Ray-Ban Meta — untuk mencegah orang merekam orang lain secara diam-diam tanpa sepengetahuan mereka. Langkah ini jelas merespons kekhawatiran publik yang sempat ramai setelah beberapa insiden menunjukkan betapa mudahnya kacamata itu dipakai untuk memata-matai orang di tempat umum. Meta ingin produknya terasa lebih aman dan tidak mengintai.
Tapi ada tegangan yang sulit diabaikan: di sisi lain, Meta terus memperluas seberapa banyak data pribadi yang dikumpulkan dan digunakan oleh produk-produk AI-nya. Artinya, meski ada tambahan pengamanan di perangkat kerasnya, strategi AI Meta secara keseluruhan justru bergerak ke arah yang makin rakus data. Ini bukan fenomena baru — Meta memang dikenal membangun bisnis iklan raksasanya di atas pengumpulan data pengguna, dan kini model yang sama diterapkan ke ekosistem AI mereka.
Ini penting karena kacamata AI adalah salah satu bentuk "wearable AI" yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari — dipakai di wajah, bisa merekam, bisa mendengar. Jika kepercayaan publik soal privasi tidak dibangun dengan serius, adopsi teknologi ini bisa terhambat, bahkan memicu regulasi yang lebih ketat di berbagai negara. Industri AI secara luas sedang berjibaku dengan pertanyaan yang sama: bagaimana menyeimbangkan inovasi dengan hak privasi pengguna.
Yang menarik untuk diikuti adalah apakah langkah "anti-creepy" ini hanya kosmetik — perbaikan citra semata — atau benar-benar mencerminkan perubahan arah kebijakan data Meta. Reaksi regulator di Eropa dan AS terhadap ekspansi data AI Meta juga layak dipantau, mengingat rekam jejak perusahaan ini dalam sengketa privasi.