Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH8 jam lalu

Google Images Tampil Baru Mirip Pinterest, Fokus pada Penemuan Konten

Google baru saja merombak tampilan Google Images dengan desain yang terasa sangat familiar bagi pengguna Pinterest. Perubahan paling mencolok adalah hadirnya galeri "For You" yang menyambut pengguna begitu mereka membuka halaman pencarian gambar. Galeri ini tidak bersifat acak — konten yang ditampilkan disesuaikan dengan minat dan riwayat penelusuran masing-masing pengguna.

Pendekatan ini jelas terinspirasi dari model discovery yang sudah lama dipopulerkan Pinterest, di mana pengguna tidak harus punya kata kunci spesifik untuk menemukan konten menarik. Google agaknya menyadari bahwa sebagian besar orang membuka Images bukan selalu karena punya tujuan pencarian yang jelas, melainkan juga sekadar ingin menjelajah dan menemukan inspirasi visual. Dengan personalisasi berbasis riwayat browsing, Google berupaya membuat pengalaman itu terasa lebih relevan dan "lengket."

Pergeseran ini cukup signifikan karena menempatkan Google Images bukan lagi sekadar mesin pencari gambar, melainkan platform discovery visual yang bersaing langsung dengan Pinterest di ranah inspirasi dan eksplorasi konten. Bagi industri, ini menandakan bahwa personalisasi berbasis AI kini merambah ke hampir setiap sudut produk Google — bukan hanya Search atau Feed berita. Dampaknya bagi kreator dan merek bisa besar, karena visibilitas konten mereka kini semakin ditentukan oleh algoritma rekomendasi, bukan hanya relevansi kata kunci.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana fitur ini akan berpengaruh pada perilaku pengguna dan apakah Google akan terus memperdalam lapisan personalisasi ini ke depannya. Pinterest pun kemungkinan perlu merespons, mengingat salah satu keunggulan utama mereka kini mulai direplikasi oleh raksasa mesin pencari yang sudah punya data perilaku pengguna jauh lebih masif.

Baca artikel asli di TechCrunch →