Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeShorts
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
VENTUREBEAT158 hari lalu

Listen Labs Raih Pendanaan Rp1,1 T Usai Stunt Billboard Viral

Listen Labs baru saja mengamankan pendanaan Seri B sebesar $69 juta, dipimpin Ribbit Capital dengan turut sertanya Sequoia Capital, Conviction, dan Pear VC. Valuasi perusahaan kini mencapai $500 juta, dengan total modal terkumpul $100 juta. Dalam sembilan bulan sejak diluncurkan, pendapatan tahunan mereka melesat 15 kali lipat hingga menembus delapan digit, dan platform mereka sudah menjalankan lebih dari satu juta wawancara berbasis AI.

Nama Listen Labs mulai ramai diperbincangkan bukan karena pitch deck yang mewah, melainkan karena sebuah billboard aneh di San Francisco. Billboard itu menampilkan deretan angka acak yang ternyata adalah token AI — jika dipecahkan, mengarah ke tantangan coding: buat algoritma yang meniru doorman Berghain, klub malam Berlin yang legendaris karena menolak hampir semua orang. Ribuan orang mencoba, 430 berhasil memecahkannya, sebagian langsung direkrut. Cara gila ini hanya menghabiskan $5.000 — seperlima dari budget marketing mereka.

Listen Labs membangun platform riset pelanggan berbasis AI yang mencoba menjembatani dua pendekatan yang selama ini tak bisa disatukan: survei kuantitatif yang skalabel tapi dangkal, dan wawancara kualitatif yang dalam tapi lambat dan mahal. AI mereka mencari peserta dari jaringan 30 juta orang, melakukan wawancara mendalam dengan pertanyaan lanjutan, lalu menghasilkan laporan siap pakai dalam hitungan jam. Ini berpotensi mengubah cara perusahaan memahami pelanggan mereka secara fundamental.

Yang menarik untuk diikuti adalah seberapa jauh AI bisa menggantikan nuansa manusiawi dalam wawancara riset — apakah responden benar-benar lebih jujur ke AI dibanding ke manusia, atau justru sebaliknya. Selain itu, stunt rekrutmen mereka membuktikan bahwa cara merekrut engineer terbaik pun sudah bisa jadi alat marketing yang efektif. Melihat traksi mereka, kompetitor di ruang riset pelanggan seperti platform survei tradisional pasti mulai merasakan tekanannya.

Baca artikel asli di VentureBeat →