
Anthropic, perusahaan di balik asisten AI Claude, dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI khusus. Langkah ini menandakan ambisi Anthropic untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada chip pihak ketiga dalam menjalankan dan melatih model-model AI mereka. Ini bukan sekadar obrolan biasa — chip khusus bisa menjadi fondasi strategis jangka panjang bagi perusahaan AI manapun.
Kabar ini muncul sekitar seminggu setelah OpenAI mengumumkan kemitraan serupa dengan Broadcom untuk chip AI buatan sendiri. Samsung sendiri adalah salah satu pemain semikonduktor terbesar di dunia, dengan kemampuan fabrikasi dan desain chip yang sudah teruji. Tren ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AI besar kini berlomba membangun ekosistem perangkat keras mereka sendiri, alih-alih hanya mengandalkan NVIDIA yang selama ini mendominasi pasar GPU untuk AI.
Ini penting karena ketergantungan pada satu pemasok chip — terutama NVIDIA — membuat perusahaan AI rentan terhadap kelangkaan pasokan, harga tinggi, dan keterbatasan kontrol atas performa hardware. Dengan chip khusus, Anthropic bisa mengoptimalkan arsitektur sesuai kebutuhan spesifik model mereka, yang berpotensi menekan biaya komputasi sekaligus meningkatkan efisiensi. Ini juga sinyal bahwa persaingan di lapisan infrastruktur AI kini sama panasnya dengan persaingan di lapisan model itu sendiri.
Menarik untuk dicermati seberapa jauh pembicaraan Anthropic-Samsung ini akan berkembang — apakah hanya sebatas chip inferensi, atau juga mencakup chip untuk pelatihan model skala besar. Jika deal ini terwujud, ini bisa mengubah peta persaingan industri semikonduktor AI secara signifikan, dan menjadikan Samsung sebagai pemain kunci di ekosistem yang selama ini dikuasai NVIDIA dan TSMC.