Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH6 jam lalu

Ashton Kutcher Tinggalkan Sound Ventures, Dirikan Firma VC Baru

Ashton Kutcher mengumumkan kepergiannya dari Sound Ventures, firma modal ventura yang ia dirikan bersama, untuk meluncurkan perusahaan investasi baru bersama Morgan Beller. Langkah ini menandai babak baru dalam karier investasi Kutcher yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia startup teknologi. Firma barunya disebut akan mengambil arah yang berbeda dari Sound Ventures.

Sound Ventures selama ini dikenal karena strategi investasi yang terfokus dan penuh keyakinan — menaruh taruhan besar pada lab-lab AI terkemuka yang memimpin kategorinya. Sementara itu, firma baru Kutcher tampaknya akan membidik lapisan di bawah perusahaan-perusahaan tersebut: infrastruktur dan energi yang menjadi fondasi berjalannya sistem AI. Morgan Beller sendiri bukan nama asing di dunia tech — ia sebelumnya dikenal sebagai salah satu otak di balik proyek mata uang kripto Diem milik Facebook.

Pergeseran fokus ke infrastruktur dan energi AI ini cukup signifikan. Di tengah perlombaan membangun model AI yang semakin besar dan lapar daya, kebutuhan akan data center, chip, dan pasokan energi yang andal justru menjadi bottleneck nyata industri. Investor yang masuk ke lapisan ini berpotensi mendapat keuntungan besar tanpa harus bertaruh pada satu model AI atau satu perusahaan tertentu yang menang di pasar.

Menarik untuk diikuti apakah strategi "pick-and-shovel" ini — investasi pada alat dan infrastruktur, bukan pemainnya langsung — akan terbukti lebih menguntungkan dibanding bertaruh langsung pada lab AI. Kolaborasi Kutcher dan Beller juga menjadi sinyal bahwa para investor berpengalaman mulai melihat peluang terbesar AI bukan di aplikasinya, melainkan di fondasinya.

Baca artikel asli di TechCrunch →