Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH1 hari lalu

OpenAI Luncurkan Chip Buatan Sendiri, Hasil Kolaborasi dengan Broadcom

OpenAI akhirnya mengungkap chip pertama yang mereka rancang sendiri, diberi nama Jalapeño. Chip ini dibuat bersama Broadcom dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan sistem inferensi OpenAI. Inferensi adalah proses saat model AI menjalankan komputasi untuk menjawab permintaan pengguna — ini berbeda dari pelatihan model. Kehadiran chip ini menandai babak baru bagi OpenAI yang selama ini sangat bergantung pada GPU pihak lain.

Selama bertahun-tahun, OpenAI — seperti hampir semua perusahaan AI besar — mengandalkan GPU NVIDIA untuk menjalankan model-model mereka. Ketergantungan ini mahal dan penuh ketidakpastian, terutama di tengah kelangkaan chip yang sempat melanda industri. Banyak pemain besar seperti Google (dengan TPU) dan Amazon (dengan Trainium) sudah lebih dulu mengembangkan chip AI sendiri. OpenAI kini mengikuti jejak yang sama dengan Jalapeño.

Langkah ini punya dampak besar bagi industri. Dengan chip sendiri yang dioptimalkan untuk inferensi, OpenAI berpotensi menekan biaya operasional secara signifikan sekaligus mendapat kendali lebih besar atas performa dan skalabilitas layanannya. Ini juga sinyal bahwa pasar chip AI semakin kompetitif — dominasi NVIDIA mulai mendapat tantangan serius dari berbagai arah.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana performa Jalapeño dibanding GPU NVIDIA dalam kondisi nyata, dan apakah OpenAI akan memperluas penggunaan chip ini ke proses pelatihan model di masa depan. Kolaborasi dengan Broadcom juga membuka pertanyaan soal arah jangka panjang: apakah ini akan jadi kemitraan permanen, atau OpenAI suatu saat ingin memproduksi chip secara mandiri penuh?

Baca artikel asli di TechCrunch →