Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE1 hari lalu

Pengacara yang Dua Kali Mengalahkan Elon Musk di Pengadilan

Bill Savitt baru saja membuat Elon Musk frustrasi di persidangan — bukan sekali, tapi dua kali. Kasus terbaru adalah Musk v. Altman, di mana Musk menggugat Sam Altman dan OpenAI atas berbagai tuduhan terkait arah pengembangan AI. Di ruang sidang, Savitt menghadapi Musk dengan gaya yang tenang dan terukur, namun ternyata justru itulah yang membuat Musk gelisah.

Musk dikenal sebagai sosok yang vokal dan agresif di ranah publik, tapi di hadapan Savitt ia tampak seperti kehilangan kendali. Ia menuduh pertanyaan Savitt "dirancang untuk menjebak" dan menyebut pengacara itu tidak adil — keluhan yang dijawab Savitt dengan santai: "Saya sedang berusaha semaksimal mungkin untuk bertanya sejujur-jujurnya." Savitt digambarkan memiliki pembawaan tenang bak karakter animasi Droopy Dog yang tampan, tapi di balik ketenangan itu tersimpan ketajaman argumen yang sulit dibantah.

Kasus ini penting karena menyoroti konflik besar di balik layar industri AI — antara Musk yang merasa "dikhianati" oleh OpenAI yang ia ikut dirikan, versus Altman yang memimpin organisasi itu menuju model bisnis komersial. Gugatan Musk dianggap banyak pengamat lebih sebagai ekspresi frustrasi personal daripada klaim hukum yang kuat, dan hasilnya di pengadilan tampaknya membuktikan pandangan itu.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana pertarungan Musk vs. OpenAI akan terus berlanjut — baik di pengadilan maupun di pasar AI. Musk kini memiliki xAI dengan chatbot Grok sebagai pesaing langsung ChatGPT. Persaingan ini bukan sekadar bisnis; ada ego, visi, dan pertaruhan besar soal siapa yang akan menentukan masa depan kecerdasan buatan.

Baca artikel asli di The Verge →