
Nvidia sudah bertahun-tahun jadi raja chip AI, hampir tak ada saingannya. Tapi sekarang, satu per satu perusahaan besar mulai membangun chip mereka sendiri untuk keluar dari ketergantungan itu. OpenAI baru saja mengumumkan chip inferensi buatan sendiri bernama "Jalapeño" yang dikembangkan bersama Broadcom. Mereka bergabung dengan Google, Apple, dan SpaceX yang sudah lebih dulu menempuh jalan serupa.
Chip inferensi seperti Jalapeño dirancang khusus untuk menjalankan model AI — bukan melatihnya dari nol. Ini bagian yang paling mahal dan paling sering dipakai saat produk AI sudah diluncurkan ke publik. Google punya TPU, Apple punya Neural Engine, dan kini OpenAI pun ingin punya "dapur" sendiri. Kolaborasi dengan Broadcom dipilih karena mereka punya keahlian dalam desain chip kustom tanpa harus membangun fabrikasi sendiri dari nol.
Tren ini punya dampak besar bagi industri. Selama ini Nvidia bisa mematok harga tinggi karena hampir semua orang bergantung pada GPU H100 dan H200 mereka. Kalau perusahaan-perusahaan besar ini berhasil mengurangi ketergantungan itu, tekanan pada Nvidia akan semakin nyata — baik dari sisi harga maupun dominasi pasar. Ini juga sinyal bahwa AI sudah cukup matang sehingga para pemain besar merasa worth it untuk berinvestasi di infrastruktur level hardware.
Yang menarik untuk diikuti adalah apakah chip-chip kustom ini benar-benar bisa bersaing dari segi performa, atau hanya jadi solusi cost-cutting semata. OpenAI misalnya — mereka baru di dunia hardware, sementara Google sudah mengembangkan TPU selama lebih dari satu dekade. Kalau Jalapeño berhasil, ini bisa jadi titik balik serius bagi posisi Nvidia di ekosistem AI.