Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeShorts
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
VENTUREBEAT34 hari lalu

Google Ubah Tampilan Kotak Pencarian untuk Pertama Kali dalam 25 Tahun

Google baru saja mengumumkan perombakan besar pada kotak pencarian mereka — bukan sekadar perubahan tampilan, tapi perubahan mendasar cara orang berinteraksi dengan Search. Di konferensi Google I/O, perusahaan memperkenalkan kotak pencarian yang kini bisa menerima teks panjang, gambar, PDF, video, hingga tab Chrome yang sedang dibuka. Selain itu, fitur AI Overviews dan AI Mode digabung jadi satu alur yang mulus, sehingga pengguna tidak perlu lagi memilih antara hasil tradisional dan pengalaman berbasis AI.

Selama 25 tahun, kotak pencarian Google nyaris tidak berubah: kotak putih sempit, kursor berkedip, dan deretan tautan biru sebagai hasilnya. Desain itu secara halus mendorong pengguna mengetik kata kunci singkat — dua atau tiga kata sudah cukup. Kotak baru dirancang sebaliknya: ia mengembang secara dinamis untuk menampung pertanyaan panjang dan conversational. Google juga menyebut sistem saran kueri baru mereka "melampaui autocomplete," karena AI-nya aktif memandu pengguna merumuskan pertanyaan yang lebih tepat.

Perubahan ini bukan hal kecil. Search adalah mesin utama pendapatan Alphabet, dan selama beberapa tahun terakhir Google menghadapi tekanan dari pesaing seperti ChatGPT dan Perplexity yang menawarkan pengalaman pencarian berbasis percakapan. Dengan langkah ini, Google menegaskan bahwa mereka tidak sekadar menambahkan AI sebagai fitur tambahan, melainkan mendefinisikan ulang apa artinya "mencari" sesuatu di internet — dari memasukkan kata kunci menjadi berdialog terbuka dengan sistem AI yang didukung seluruh web.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana perubahan ini akan memengaruhi ekosistem yang selama ini bergantung pada pola lama Google Search — mulai dari publisher konten, praktisi SEO, hingga pengiklan. Jika pengguna semakin sedikit mengklik tautan biru dan lebih banyak mendapat jawaban langsung dari AI, model bisnis banyak pihak perlu beradaptasi. Ini baru permulaan dari pergeseran yang kemungkinan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Baca artikel asli di VentureBeat →