Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH6 jam lalu

CEO DeepMind Usulkan Badan Standar Independen untuk Awasi AI Frontier

Demis Hassabis, CEO DeepMind, mengusulkan pembentukan badan standar AI yang bertugas menguji model-model frontier dan menyusun praktik terbaik sebelum model tersebut dirilis ke publik. Usulan ini ia sampaikan sebagai respons atas kekhawatiran yang terus berkembang soal kurangnya pengawasan terhadap pengembangan AI kelas atas. Modelnya mengacu pada FINRA, lembaga regulasi mandiri di industri keuangan Amerika Serikat yang bekerja independen dari pemerintah namun tetap memiliki otoritas nyata.

DeepMind sendiri adalah lab riset AI milik Google yang berada di garis terdepan pengembangan model-model canggih, termasuk di balik proyek Gemini. Selama ini industri AI didominasi oleh regulasi yang berjalan lambat atau bersifat sukarela, sementara kemampuan model terus melesat jauh lebih cepat dari kapasitas pemerintah untuk memahami dan mengaturnya. Usulan Hassabis ini menarik karena datang dari orang dalam industri itu sendiri, bukan dari regulator atau kelompok sipil.

Jika terwujud, badan seperti ini bisa jadi terobosan penting: pengujian model secara independen sebelum rilis bisa mengurangi risiko model berbahaya lolos ke publik tanpa pemeriksaan memadai. Ini juga memberi sinyal bahwa pemain besar di industri AI mulai sadar bahwa regulasi mandiri yang kredibel lebih baik daripada menunggu regulasi pemerintah yang bisa jauh lebih ketat dan kurang teknis. Dampaknya bisa mengubah cara seluruh industri mendekati keamanan dan transparansi model.

Yang menarik untuk diikuti adalah apakah perusahaan-perusahaan AI lain seperti OpenAI, Anthropic, atau Meta mau ikut mendukung gagasan ini, atau justru menolak karena dianggap menambah hambatan kompetitif. Respons dari regulator pemerintah di AS dan Eropa juga akan menentukan apakah badan semacam ini punya taji nyata atau sekadar gestur industri.

Baca artikel asli di TechCrunch →