
Wayve, startup AI untuk kendaraan otonom asal Inggris, baru saja meluncurkan program tender saham karyawan senilai $85 juta dengan valuasi perusahaan yang kini mencapai $8,5 miliar. Program ini memungkinkan karyawan menjual sebagian saham mereka sebelum perusahaan melantai di bursa atau diakuisisi — sebuah langkah yang semakin umum di kalangan startup teknologi besar.
Wayve dikenal sebagai salah satu pemain serius di ranah AI untuk kendaraan self-driving, bersaing dengan nama-nama besar seperti Waymo dan Cruise. Valuasi $8,5 miliar ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap pendekatan Wayve yang berbasis pembelajaran mendalam murni, tanpa mengandalkan peta HD yang rumit. Tender semacam ini bukan sekadar bagi-bagi keuntungan — ini juga sinyal kesehatan finansial perusahaan kepada pasar.
Tren tender saham karyawan ini semakin marak di ekosistem AI karena perang talenta semakin sengit. Startup berlomba mempertahankan insinyur terbaik mereka di tengah gempuran tawaran dari perusahaan besar seperti Google, Microsoft, dan Meta. Dengan memberikan likuiditas nyata — bukan sekadar janji opsi saham yang mungkin bernilai suatu hari nanti — perusahaan seperti Wayve bisa menjadi jauh lebih menarik sebagai tempat berkarier jangka panjang.
Yang menarik untuk diikuti adalah apakah langkah ini menjadi pendahulu IPO Wayve dalam waktu dekat. Valuasi $8,5 miliar adalah angka yang cukup besar untuk menarik perhatian bursa, dan program likuiditas bagi karyawan sering kali menjadi sinyal bahwa perusahaan sedang mempersiapkan diri menuju babak berikutnya.