Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE1 hari lalu

Program Mobil Otonom Apple Gagal, tapi Lahirkan Chip AI yang Kuat

Program mobil self-driving Apple memang tak pernah benar-benar terwujud, tapi ternyata meninggalkan warisan yang jauh lebih berdampak: Neural Engine, komponen inti yang kini menjadi tulang punggung pemrosesan AI di semua perangkat Apple. Seperti yang diungkap Mark Gurman dalam newsletter Power On-nya, perjalanan panjang proyek mobil otonom itu justru memaksa Apple berpikir serius soal AI on-device jauh sebelum istilah itu jadi tren.

Jauh sebelum proyek mobil itu dibatalkan, para insinyur Apple menyadari bahwa kendaraan otonom membutuhkan kemampuan pemrosesan AI yang sangat besar—dan harus berjalan langsung di perangkat, bukan bergantung pada cloud. Dari kebutuhan itulah Neural Engine lahir. Chip ini pertama kali muncul di iPhone X lewat prosesor A11 Bionic, dan kala itu fokus utamanya adalah computer vision: mulai dari Face ID hingga Animoji yang sempat jadi sensasi.

Yang menarik, kegagalan satu proyek besar justru bisa menjadi bahan bakar inovasi di lini produk lain. Neural Engine kini bukan sekadar fitur tambahan—ia menjadi fondasi dari seluruh strategi AI Apple, mulai dari Apple Intelligence di iPhone dan Mac hingga pemrosesan lokal yang menjadi keunggulan kompetitif Apple dibanding pesaingnya. Industri teknologi pun semakin sadar bahwa investasi di chip khusus AI adalah kunci, dan Apple sudah memulainya lebih awal dari yang banyak orang kira.

Ke depan, menarik untuk melihat seberapa jauh warisan "proyek gagal" ini akan membawa Apple bersaing di era AI generatif. Dengan Neural Engine yang terus berkembang di setiap generasi chip Apple Silicon, fondasi yang dibangun dari ambisi mobil otonom itu bisa jadi senjata jangka panjang yang tidak mudah disaingi.

Baca artikel asli di The Verge →