
Apple baru saja menaikkan harga sejumlah produk andalannya secara signifikan. MacBook Pro 16 inci naik $300, iPad Air 11 inci melompat dari $599 ke $749, bahkan HomePod Mini yang kecil pun ikut naik $30 jadi $129. Tim Cook, CEO Apple, terang-terangan menyebut kenaikan ini "tak terhindarkan" dan struktur harga sebelumnya sudah "tidak berkelanjutan."
Biang keroknya, menurut Apple, adalah industri AI yang sedang rakus-rakusnya menyedot komponen semikonduktor — terutama RAM. Fenomena yang dijuluki "RAMageddon" ini sudah lebih dulu menghantam pasar PC desktop dan konsol gaming. Xbox sudah lebih dulu menaikkan harga hampir 25 persen tergantung model, dan perusahaan seperti Nothing bahkan terpaksa membatalkan peluncuran ponsel karena tekanan pasokan yang sama.
Ini penting karena menunjukkan bahwa booming AI bukan cuma soal chatbot dan model bahasa — dampaknya sudah merembet ke harga perangkat keras konsumen sehari-hari. Ketika data center AI memborong chip dan memori dalam skala masif, harga komponen naik untuk semua orang, termasuk pembeli iPhone dan MacBook biasa yang mungkin tidak peduli soal AI sama sekali.
Yang menarik untuk diikuti adalah apakah tren ini akan terus berlanjut atau justru memicu tekanan balik dari konsumen dan regulator. Apple selama ini dikenal menjaga stabilitas harga sebagai bagian dari citranya — kalau kenaikan ini jadi "normal baru," persaingan dengan Android dan PC Windows bisa semakin panas di segmen harga menengah.