
Penyanyi Lorde angkat bicara soal tren kacamata pintar berbasis AI yang belakangan makin populer. Di atas panggung, ia menyatakan bahwa perangkat tersebut menurutnya "tidak seksi" — sebuah komentar yang langsung menarik perhatian banyak orang, terutama di tengah hype besar-besaran seputar wearable AI seperti Meta Ray-Ban Smart Glasses.
Komentar Lorde ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik soal privasi dan autentisitas di era AI. Ia menyinggung betapa sulitnya kini membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak — sebuah kegelisahan yang banyak dirasakan orang ketika kamera tersembunyi di kacamata bisa merekam dan memproses segala sesuatu secara diam-diam di sekitar kita.
Pernyataan ini penting karena datang dari figur publik yang suaranya didengar oleh generasi muda, justru di momen ketika perusahaan-perusahaan teknologi besar berlomba-lomba menormalkan penggunaan wearable AI dalam kehidupan sehari-hari. Penolakan secara estetis dan kultural semacam ini bisa mempengaruhi persepsi konsumen dan memperlambat adopsi massal perangkat semacam itu.
Menarik untuk melihat apakah sentimen seperti ini akan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, atau justru tenggelam di tengah arus adopsi teknologi yang terus mengalir deras. Resistensi dari kalangan seniman dan kreator bisa menjadi sinyal awal tentang bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran AI di ruang-ruang paling personal dalam hidup mereka.