Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE1 hari lalu

Meta Matikan Fitur AI Instagram yang Bisa Buat Deepfake Akun Publik

Meta terpaksa menonaktifkan fitur baru di Instagram yang memungkinkan pengguna membuat gambar AI dengan hanya menyebut (mention) akun publik mana pun. Fitur ini bagian dari model image AI terbaru Meta yang disebut Muse, dan sempat diumumkan beberapa hari sebelumnya. Setelah gelombang kritik keras dari pengguna dan kreator konten, Meta akhirnya mundur dan mematikan fitur tersebut.

Masalah utamanya jelas: fitur ini memungkinkan siapa saja menggunakan konten dari akun Instagram publik sebagai bahan pembuatan gambar AI — tanpa izin pemilik akun. Artinya, foto atau visual seseorang bisa dijadikan bahan "kreasi" AI orang lain hanya dengan satu mention. Meta mengklaim niatnya adalah menyediakan alat kreatif yang berguna, tapi kenyataannya desain fitur ini sama sekali tidak memberi kontrol kepada pemilik akun asli.

Ini bukan sekadar kontroversi biasa — isu consent dan kepemilikan konten di era AI semakin jadi titik panas. Kreator konten, publik figur, dan aktivis privasi sudah lama khawatir soal bagaimana platform besar menggunakan gambar mereka untuk melatih atau mengoperasikan sistem AI. Kasus ini membuktikan bahwa tekanan publik masih bisa mendorong perusahaan teknologi raksasa untuk mengoreksi langkah yang salah, setidaknya untuk sementara.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana Meta akan merancang ulang fitur ini — apakah akan ada mekanisme opt-in yang benar-benar memberi kendali kepada pemilik akun, atau fitur ini akan diam-diam diluncurkan ulang dengan perubahan kecil. Persaingan ketat di ruang AI generatif membuat perusahaan seperti Meta sering bergerak cepat, dan kadang terlalu cepat sebelum memikirkan dampak sosialnya.

Baca artikel asli di The Verge →