Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE1 hari lalu

Figma Hadirkan Animasi dan Shader Bertenaga AI di Config 2026

Figma baru saja mengumumkan serangkaian pembaruan besar pada platform desain mereka di konferensi tahunan Config. Salah satu fitur paling mencolok adalah kemampuan AI untuk menghasilkan motion graphics dan efek shader—pengguna cukup mendeskripsikan animasi yang diinginkan lewat antarmuka chatbot, dan Figma langsung membuatkannya. Selain itu, kanvas Figma kini dirombak total untuk mendukung pengembangan full-stack, bukan sekadar desain visual.

Figma juga memperkenalkan "coding layers," fitur yang memungkinkan desainer mengedit kode proyek langsung dari dalam kanvas Figma Design tanpa perlu berpindah aplikasi. Visi besarnya adalah menyatukan tim, agen AI, alat, dan aset dalam satu tempat kerja terpadu. Ini merupakan langkah signifikan dari Figma yang selama ini lebih dikenal sebagai tool desain UI/UX, bukan platform development.

Langkah ini penting karena menunjukkan bagaimana alat desain profesional semakin mengaburkan batas antara desain dan engineering. Dengan AI yang bisa mengotomasi efek visual yang biasanya butuh keahlian khusus—seperti animasi dan shader—hambatan masuk bagi kreator non-teknis menjadi jauh lebih rendah. Industri desain digital kemungkinan akan merasakan pergeseran besar: pekerjaan yang dulu membutuhkan spesialis motion designer atau developer kini bisa dikerjakan langsung oleh satu orang.

Yang menarik untuk diikuti adalah seberapa jauh Figma akan mendorong sisi "coding" ini—apakah platform mereka benar-benar bisa menjadi pesaing IDE berbasis AI seperti Cursor atau VS Code, atau justru tetap fokus di ranah desain-ke-kode. Respons komunitas developer dan desainer terhadap pendekatan hybrid ini juga akan jadi penentu apakah strategi Figma ini benar-benar menjawab kebutuhan pasar.

Baca artikel asli di The Verge →