Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE19 jam lalu

Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Awal Tahun Fiskal Baru

Microsoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran, kali ini menyasar sekitar 4.800 karyawan atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini diumumkan tepat saat perusahaan memulai tahun fiskal baru mereka. Divisi yang paling terdampak adalah tim penjualan komersial dan divisi Xbox.

Ini bukan kali pertama Microsoft memangkas karyawan dalam skala besar. Setahun sebelumnya, perusahaan yang dipimpin Satya Nadella ini sudah merumahkan sekitar 9.100 orang. Dalam memo internal, Chief People Officer Amy Coleman menyebut perubahan industri teknologi dan kebutuhan untuk menyesuaikan sumber daya sebagai alasan utama, termasuk bagaimana AI sedang mengubah cara perusahaan seperti Microsoft beroperasi.

Gelombang PHK ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi global, di mana otomatisasi berbasis AI mulai menggantikan peran-peran tertentu, terutama di lini penjualan dan operasional. Ironi yang tak bisa diabaikan: perusahaan yang paling agresif berinvestasi di AI justru menjadi salah satu yang paling banyak merampingkan tenaga kerja manusianya. Ini memicu perdebatan serius soal janji AI sebagai "pencipta lapangan kerja baru" versus realitanya di lapangan.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana nasib divisi Xbox ke depan, mengingat divisi gaming ini turut terkena dampak signifikan. Selain itu, apakah tren PHK berbasis efisiensi AI ini akan terus berlanjut di kalangan raksasa teknologi lain, atau justru Microsoft akan mulai merekrut profil talenta yang berbeda — lebih teknis, lebih berorientasi AI — sebagai pengganti posisi yang dipangkas.

Baca artikel asli di The Verge →