
OpenAI meluncurkan preview terbatas GPT-5.6, model AI generasi terbaru mereka, hanya kurang dari 24 jam setelah kabar beredar bahwa rilis ini sempat ditunda atas permintaan pemerintahan Trump. Model ini hadir dalam tiga varian: Sol sebagai flagship utama, Terra untuk pekerjaan bervolume tinggi, dan Luna yang dirancang cepat dan terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari. Peluncuran ini menandai babak baru dalam persaingan model AI besar yang semakin sengit.
GPT-5.6 diklaim unggul di bidang coding, keamanan siber, dan biologi, serta dirancang tetap fokus dalam tugas-tugas agentic jangka panjang yang kompleks. Dari sisi harga, varian Sol dibanderol $5 per juta token input dan $30 per juta token output — hampir setengah harga Claude Fable 5 milik Anthropic yang dipatok $10 input. Konteks regulasi di balik peluncuran ini juga menarik: ada tekanan politik dari pemerintah AS yang rupanya ikut mewarnai timing rilis model ini.
Peluncuran GPT-5.6 punya dampak besar bagi industri AI secara keseluruhan. Persaingan harga antara OpenAI dan Anthropic kini makin transparan dan agresif, yang pada akhirnya menguntungkan para developer dan perusahaan yang mengonsumsi API AI. Selain itu, masuknya faktor regulasi pemerintah AS ke dalam keputusan rilis model menunjukkan bahwa tekanan geopolitik mulai nyata mempengaruhi irama inovasi di sektor ini.
Yang menarik untuk diikuti ke depan adalah bagaimana Anthropic dan Google akan merespons langkah harga OpenAI ini. Di sisi lain, keterlibatan pemerintahan Trump dalam mengatur waktu rilis model AI membuka pertanyaan besar: seberapa jauh intervensi regulasi akan membentuk peta persaingan AI global ke depannya?