Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE1 hari lalu

Lorde Sebut Kacamata AI Ray-Ban Meta "Nggak Seksi"

Penyanyi Lorde meluapkan unek-uneknya soal kacamata pintar berteknologi AI di atas panggung festival Real Cool Festival di Madrid. Di tengah penampilannya, ia menyinggung betapa makin sulitnya membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak — lalu menyoroti keberadaan kacamata yang bisa merekam atau mengawasi orang tanpa ketahuan. Meski ia tidak menyebut merek secara langsung, sindiran ini sangat mungkin ditujukan ke Ray-Ban Meta, yang kebetulan jadi sponsor festival tersebut.

Ray-Ban Meta adalah kolaborasi antara Meta dan produsen kacamata ikonik Ray-Ban, menghadirkan kacamata yang dilengkapi kamera, mikrofon, dan asisten AI. Produk ini sudah mendapat sorotan luas karena kemampuannya merekam video dan foto secara diam-diam dari sudut pandang pengguna — sesuatu yang memunculkan kekhawatiran serius soal privasi di ruang publik. Lorde menyampaikan kritiknya dengan bahasa yang cukup blak-blakan di hadapan penonton, dan videonya pun langsung menyebar di media sosial.

Komentar Lorde mencerminkan keresahan yang makin luas di masyarakat terhadap perangkat AI yang menyatu dengan penampilan sehari-hari — terutama yang sulit dideteksi. Ketika sebuah benda terlihat seperti kacamata biasa tapi sebenarnya punya kemampuan pengawasan, batas antara ruang privat dan publik jadi semakin kabur. Ini bukan sekadar debat estetika, tapi menyentuh isu persetujuan, privasi, dan kepercayaan di era AI yang makin meresap ke kehidupan nyata.

Yang menarik adalah bagaimana suara-suara dari dunia seni dan hiburan kini ikut membentuk narasi publik soal teknologi. Lorde bukan satu-satunya seniman yang vokal soal ini, dan tekanan dari figur budaya populer bisa punya dampak yang berbeda dibanding kritik dari kalangan teknologi atau kebijakan. Ke depan, patut diikuti apakah reaksi publik semacam ini akan mendorong regulasi lebih ketat soal wearable AI — atau justru malah mendongkrak rasa penasaran orang terhadap produknya.

Baca artikel asli di The Verge →