Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH8 jam lalu

Alibaba Larang Karyawannya Pakai Claude Code

Alibaba dilaporkan telah melarang para karyawannya menggunakan Claude Code, alat pemrograman berbasis AI buatan Anthropic. Perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok ini mengklasifikasikan Claude Code sebagai perangkat lunak berisiko tinggi. Larangan ini bukan sekadar imbauan internal biasa, melainkan kebijakan resmi yang menunjukkan sikap hati-hati Alibaba terhadap tools AI dari luar.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Alibaba sendiri punya divisi AI yang sangat aktif — termasuk model bahasa besar mereka sendiri di bawah nama Qwen. Wajar jika perusahaan semacam ini sensitif terhadap penggunaan alat AI dari kompetitor atau perusahaan asing, terutama yang berhubungan langsung dengan kode sumber internal. Claude Code sendiri adalah produk Anthropic yang memungkinkan developer menulis, mengedit, dan menjalankan kode langsung lewat antarmuka berbasis AI.

Kebijakan ini mencerminkan tren yang kian umum di perusahaan-perusahaan besar: membatasi atau mengawasi penggunaan AI pihak ketiga demi alasan keamanan data dan perlindungan kekayaan intelektual. Kode sumber adalah aset yang sangat sensitif, dan kekhawatiran bahwa data bisa "bocor" ke model AI eksternal menjadi alasan logis di balik larangan ini. Ini bisa jadi sinyal bahwa persaingan ekosistem AI — antara tools buatan Barat vs. buatan Asia — makin terasa di level kebijakan korporat.

Menarik untuk diikuti apakah perusahaan-perusahaan teknologi besar lain, terutama di Asia, akan mengambil langkah serupa. Di sisi lain, ini juga bisa menjadi dorongan bagi Alibaba untuk mempercepat pengembangan alat coding AI internal mereka sendiri sebagai alternatif. Persaingan di segmen AI coding assistant — yang kini diramaikan oleh Claude Code, GitHub Copilot, hingga Cursor — tampaknya bukan hanya soal fitur, tapi juga soal kepercayaan dan kedaulatan data.

Baca artikel asli di TechCrunch →