Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeShorts
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE13 jam lalu

Meta Rilis Kacamata Pintar Sendiri, Lepas dari Merek Ray-Ban

Meta akhirnya meluncurkan lini kacamata pintarnya sendiri — tanpa embel-embel nama Ray-Ban. Produk baru ini hadir dalam beberapa pilihan gaya dan tujuh warna, termasuk satu kolaborasi khusus dengan Kylie Jenner. Langkah ini menandai babak baru bagi Meta di pasar wearable, di mana mereka kini berdiri di atas kaki sendiri.

Selama tiga tahun terakhir, Meta bermitra dengan EssilorLuxottica untuk menghadirkan kacamata pintar di bawah merek Ray-Ban — dan itu terbukti jadi keputusan yang cerdas. Kacamata pintar generasi sebelumnya sering terlihat terlalu futuristik atau canggung secara desain, sehingga kurang diminati pasar umum. Bermitra dengan merek fashion ternama seperti Ray-Ban membantu Meta masuk ke pasar dengan citra yang lebih stylish dan bisa diterima khalayak luas.

Kini dengan melepaskan diri dari ketergantungan pada Ray-Ban, Meta menunjukkan kepercayaan diri bahwa brand mereka sendiri sudah cukup kuat untuk bersaing di segmen ini. Harga yang lebih terjangkau juga bisa jadi senjata untuk memperluas pasar — menjangkau konsumen yang selama ini tertarik tapi terganjal harga. Ini penting karena kacamata pintar dianggap sebagai salah satu kandidat utama antarmuka komputasi masa depan, bersaing dengan headset AR/VR.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana pasar merespons Meta Glasses tanpa "halo effect" dari nama Ray-Ban. Kolaborasi dengan Kylie Jenner memang bisa menarik segmen konsumen yang berbeda, tapi apakah itu cukup untuk membangun identitas merek yang kuat? Persaingan di segmen kacamata pintar akan semakin sengit, terutama dengan pemain lain yang juga mulai serius masuk ke ruang ini.

Baca artikel asli di The Verge →