
Pendiri aplikasi kencan Hinge berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $18 juta untuk meluncurkan layanan kencan berbasis AI bernama Overtone. Ini bukan aplikasi kencan biasa — Overtone memposisikan dirinya sebagai layanan yang mengutamakan suara dan audio, didukung kecerdasan buatan untuk menyajikan perkenalan yang sangat terkurasi. Langkah ini menandai babak baru sang pendiri setelah Hinge sukses besar dan diakuisisi oleh Match Group.
Overtone mendeskripsikan dirinya sebagai layanan yang "mengutamakan suara dan audio, didukung AI, yang memberikan perkenalan sangat terkurasi." Pendekatan ini berbeda jauh dari aplikasi kencan konvensional yang mengandalkan foto dan teks semata. Dengan menempatkan audio sebagai inti pengalaman, Overtone mencoba menangkap dimensi kepribadian yang lebih autentik — sesuatu yang sulit disampaikan lewat selfie dan bio singkat.
Ini penting karena menunjukkan bagaimana AI mulai merambah ranah yang sangat personal: hubungan romantis. Industri kencan digital selama ini stagnan dalam hal inovasi format, dan kehadiran AI yang benar-benar mengubah cara orang "diperkenalkan" satu sama lain bisa menjadi terobosan besar. Jika berhasil, model ini bisa mempengaruhi cara platform kencan lain mengintegrasikan AI — bukan sekadar fitur tambahan, tapi sebagai inti pengalaman pengguna.
Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana Overtone mendefinisikan "sangat terkurasi" dalam praktiknya — sejauh mana AI terlibat dalam menentukan kecocokan, dan bagaimana pengguna merespons pendekatan audio-first di era yang sudah jenuh dengan konten video. Rekam jejak sang pendiri dengan Hinge tentu menambah bobot ekspektasi terhadap proyek ini.