
Perang politik berbiaya besar antara Anthropic dan OpenAI berakhir seri setelah Alex Bores, anggota Majelis New York, kalah tipis dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk Distrik Kongres ke-12 New York. Bores dikalahkan oleh Micah Lasher, yang akan menggantikan posisi veteran Rep. Jerry Nadler. Total dana yang digelontorkan dalam pertarungan ini mencapai 27 juta dolar, menjadikannya salah satu pemilihan kongres paling mahal yang melibatkan kepentingan industri AI.
Bores sendiri bukan sembarang kandidat—ia mantan karyawan industri teknologi yang berhasil menggolkan RAISE Act, undang-undang negara bagian yang mewajibkan perusahaan AI frontier mematuhi standar keamanan dan transparansi tertentu. Regulasi ini rupanya mengganggu pihak-pihak tertentu di industri, hingga memunculkan super PAC bernama "Leading the Future" dengan kocek 100 juta dolar yang aktif berkampanye melawan Bores. Ironisnya, serangan itu justru mendongkrak popularitas Bores sebelum akhirnya ia kalah tipis.
Ini adalah sinyal penting bahwa perusahaan-perusahaan AI kini aktif bermain di arena politik, bukan hanya di pasar teknologi. Ketika raksasa seperti Anthropic dan OpenAI—yang selama ini sering diposisikan sebagai rival—sama-sama terlibat dalam satu pertarungan elektoral, artinya regulasi AI sudah menjadi isu yang cukup mengancam kepentingan bisnis mereka. Precedent semacam ini bisa mendorong lebih banyak uang korporasi mengalir ke politik demi membentuk kebijakan AI di tingkat federal maupun negara bagian.
Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana nasib RAISE Act ke depannya kini Bores tak lagi maju ke Kongres. Apakah semangat regulasi AI di level negara bagian akan terus tumbuh, atau justru tekanan industri berhasil memperlambatnya? Selain itu, pola keterlibatan langsung perusahaan AI dalam politik praktis kemungkinan besar akan terulang di pemilihan-pemilihan berikutnya.