Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH17 jam lalu

Microsoft PHK 5.000 Karyawan, Xbox dan Sales Paling Terdampak

Microsoft baru saja memangkas sekitar 4.800 posisi kerja, setara 2,1% dari total tenaga kerjanya di seluruh dunia. Pemangkasan ini terjadi serentak pada hari Senin dan menyasar berbagai divisi, dengan Xbox dan tim penjualan komersial menjadi yang paling banyak kehilangan karyawan. Ini bukan kabar kecil — hampir lima ribu orang kehilangan pekerjaan dalam satu hari.

Ini bukan kali pertama Microsoft melakukan PHK besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, perusahaan juga sudah beberapa kali merampingkan tim, termasuk di divisi game setelah akuisisi besar Activision Blizzard. Pola ini mencerminkan pergeseran strategi perusahaan yang semakin memfokuskan investasi ke arah AI dan cloud, sambil mengefisienkan operasional di lini bisnis lama.

Yang bikin ini makin menarik perhatian adalah konteksnya: gelombang PHK ini terjadi di tengah booming investasi AI besar-besaran dari Microsoft sendiri. Perusahaan menggelontorkan miliaran dolar untuk infrastruktur AI dan kemitraan dengan OpenAI, tapi di sisi lain justru mengurangi tenaga manusia. Ini memicu kekhawatiran yang semakin nyata bahwa otomasi berbasis AI bukan cuma mengubah cara kerja, tapi benar-benar menggantikan posisi yang selama ini dipegang manusia.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana reaksi industri teknologi secara lebih luas — apakah tren ini akan diikuti pemain besar lain yang juga sedang berinvestasi besar di AI. Pertanyaan besarnya: apakah pertumbuhan divisi AI akan cukup untuk menyerap tenaga kerja yang tergeser, atau justru akan terus melebar jurang antara efisiensi mesin dan lapangan kerja manusia?

Baca artikel asli di TechCrunch →