
Pemerintah AS ternyata diam-diam terlibat dalam proses evaluasi sebelum model AI frontier OpenAI boleh dirilis ke publik. Namun detail konkret tentang bagaimana dialog itu berlangsung — siapa yang bicara dengan siapa, kriteria apa yang dipakai, dan keputusan akhirnya seperti apa — masih sangat kabur. Ini menunjukkan bahwa ada semacam "pintu belakang" antara pemerintah dan perusahaan AI besar yang belum sepenuhnya transparan ke publik.
Yang diketahui adalah bahwa pemerintah AS telah menjalin komunikasi dengan setidaknya dua pemain besar: OpenAI dan Anthropic. Kedua perusahaan ini memang sedang berlomba mengembangkan model AI paling canggih di dunia, dan keduanya punya hubungan khusus dengan lembaga-lembaga pemerintah — mulai dari kontrak federal hingga keterlibatan dalam diskusi kebijakan regulasi AI. Namun sejauh mana "dialog" itu bersifat formal, mengikat, atau sekadar konsultasi informal, belum ada yang bisa memastikan.
Ini penting karena menyangkut akuntabilitas publik dalam pengembangan teknologi yang bisa berdampak masif. Kalau proses keamanan model AI terjadi di balik pintu tertutup tanpa standar yang jelas dan bisa diaudit, siapa yang sebenarnya menjamin keselamatan masyarakat? Industri AI global sedang menunggu sinyal dari AS soal bagaimana regulasi AI akan dibentuk, dan ketidakjelasan ini justru mempersulit pembentukan norma internasional.
Yang menarik untuk diikuti ke depan adalah apakah Kongres atau lembaga independen akan meminta transparansi lebih dari proses evaluasi ini. Ada juga pertanyaan soal apakah "persetujuan pemerintah" akan dijadikan semacam label keamanan resmi — dan kalau iya, apakah itu cukup untuk meyakinkan publik bahwa AI yang mereka gunakan sudah benar-benar aman.