
Snap, perusahaan di balik Snapchat, memutuskan untuk memisahkan tim pengembangan video AI internalnya menjadi perusahaan mandiri bernama Dotmo. Langkah ini bukan akuisisi atau perekrutan dari luar, melainkan para karyawan Snap sendiri yang "keluar" untuk membangun entitas baru yang fokus pada AI video. Pemisahan ini didorong oleh pertimbangan biaya yang tampaknya sudah tidak lagi efisien jika dijalankan di bawah atap Snap.
Ini bukan pertama kalinya Snap melakukan spin-off terhadap unit internalnya. Snap memang dikenal kerap bereksperimen dengan berbagai teknologi, dari augmented reality hingga hardware seperti drone Pixy, namun tidak semuanya bertahan di dalam perusahaan induk. AI video sendiri adalah bidang yang sangat padat modal karena kebutuhan komputasi untuk melatih dan menjalankan model generatif video tergolong sangat besar, sehingga masuk akal jika Snap memilih melepasnya ketimbang menanggung beban biayanya sendiri.
Langkah ini mencerminkan tren yang makin umum di industri teknologi: perusahaan besar memilih "memangkas" divisi AI yang rakus biaya dan membiarkannya berkembang sebagai startup terpisah yang bisa mencari pendanaan sendiri. Bagi ekosistem AI video, kehadiran Dotmo bisa menjadi pemain baru yang menarik, mengingat timnya berasal dari pengalaman membangun fitur video di platform sosial berskala besar.
Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana Dotmo akan memposisikan dirinya di tengah persaingan AI video yang sudah ramai, dengan pemain seperti Sora, Runway, hingga Kling. Apakah warisan teknologi dari Snap akan menjadi keunggulan kompetitif, atau justru Dotmo perlu membangun ulang dari nol untuk bisa bersaing?