Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH7 jam lalu

Midjourney Minta Studio Hollywood Buka-bukaan Soal Penggunaan AI Mereka

Midjourney, perusahaan di balik generator gambar AI populer, kini balik menyerang dalam sengketa hukum yang sedang berlangsung dengan tiga studio Hollywood besar. Alih-alih sekadar bertahan, Midjourney meminta pengadilan untuk mewajibkan studio-studio tersebut mengungkap secara rinci bagaimana mereka sendiri menggunakan teknologi AI. Langkah ini tergolong agresif dan mengubah dinamika persidangan secara signifikan.

Sengketa ini merupakan bagian dari gelombang gugatan hukum yang melanda industri AI generatif, di mana para pemegang hak cipta menuduh perusahaan AI melatih model mereka menggunakan karya-karya yang dilindungi tanpa izin. Studio-studio Hollywood yang terlibat diduga keberatan dengan cara Midjourney menggunakan materi visual milik mereka. Namun Midjourney tampaknya ingin menunjukkan bahwa pihak penggugat pun tak bisa lepas dari penggunaan teknologi AI serupa.

Strategi hukum ini penting karena bisa menjadi preseden menarik: jika studio-studio besar terbukti juga mengadopsi AI secara internal, argumen moral mereka dalam gugatan bisa melemah di mata publik maupun pengadilan. Ini juga mencerminkan ketegangan yang lebih luas di industri kreatif, di mana batas antara pengguna AI dan korban AI semakin kabur. Hasilnya bisa berdampak besar pada bagaimana industri hiburan dan perusahaan AI saling berhadapan secara hukum ke depan.

Yang menarik untuk diikuti adalah sejauh mana pengadilan akan mengabulkan permintaan Midjourney ini. Jika studio diwajibkan membuka penggunaan AI mereka, informasi tersebut bisa menjadi senjata dua mata — mengungkap kemunafikan, sekaligus membuka debat lebih besar soal standar etika penggunaan AI di seluruh industri hiburan global.

Baca artikel asli di TechCrunch →