
Meta rupanya serius ingin lepas dari ketergantungan pada chip pihak ketiga. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengumumkan bahwa chip AI buatan sendiri mereka akan mulai masuk tahap produksi pada September mendatang. Langkah ini menandai babak baru dalam ambisi Meta untuk mengendalikan infrastruktur AI-nya secara lebih penuh.
Yang menarik dari pendekatan Meta adalah desain moduler yang mereka pilih untuk chip ini. Filosofinya sederhana: karena kebutuhan AI berubah sangat cepat, chip yang terlalu "kaku" bisa ketinggalan zaman sebelum sempat dipakai secara maksimal. Dengan arsitektur modular, Meta berharap bisa menyesuaikan komponen chip seiring perkembangan model dan beban kerja AI mereka ke depan.
Ini penting karena selama ini perusahaan-perusahaan besar seperti Meta sangat bergantung pada NVIDIA untuk kebutuhan komputasi AI mereka—yang artinya bergantung pula pada pasokan, harga, dan roadmap produk vendor lain. Dengan chip sendiri, Meta punya lebih banyak kendali atas efisiensi biaya, performa, dan arah pengembangan teknologi AI-nya. Tren ini juga sejalan dengan langkah Google (TPU) dan Amazon (Trainium) yang sudah lebih dulu mengembangkan silicon in-house.
Yang seru untuk diikuti adalah seberapa cepat chip ini bisa benar-benar menggantikan—atau setidaknya mengurangi—ketergantungan Meta pada GPU eksternal. Apakah pendekatan modular ini terbukti lebih adaptif di tengah laju inovasi AI yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat? Jawabannya mungkin baru terlihat beberapa tahun setelah chip ini benar-benar berjalan di data center Meta.