
OpenAI rupanya sedang mengembangkan perangkat keras pertamanya, dan bentuknya cukup tak terduga: sebuah speaker tanpa layar yang punya elemen mekanik yang bisa bergerak sendiri. Perangkat ini dirancang untuk terasa seperti "teman" bagi penggunanya, sekaligus menjadi wujud fisik dari ChatGPT di dunia nyata. Ini menjadi langkah besar OpenAI yang selama ini dikenal murni sebagai perusahaan perangkat lunak.
Laporan Bloomberg menyebut perangkat ini melibatkan "elemen mekanik yang bisa bergerak secara mandiri," sebuah deskripsi yang terdengar cukup misterius. Tidak ada layar sama sekali, yang berarti interaksi sepenuhnya berbasis suara, mirip dengan asisten pintar seperti Amazon Echo—tapi dengan ambisi yang jauh lebih besar. OpenAI tampaknya ingin menciptakan kehadiran fisik ChatGPT yang bisa dirasakan secara emosional oleh pengguna, bukan sekadar gadget utilitas biasa.
Langkah ini punya implikasi besar bagi industri AI. Selama ini persaingan AI berpusat di software—model bahasa, API, dan aplikasi—tapi jika OpenAI berhasil masuk ke hardware, arena persaingan melebar ke ranah yang sudah lama dikuasai Apple, Amazon, dan Google. Perangkat yang dirancang untuk "terasa seperti teman" juga membuka diskusi soal hubungan emosional manusia dengan AI, sesuatu yang jauh melampaui sekadar fungsi asisten virtual.
Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana reaksi pasar dan pengguna terhadap konsep "AI fisik yang bisa bergerak" ini—apakah dianggap inovatif atau justru terasa uncanny. Selain itu, kemitraan strategis OpenAI dengan berbagai pihak di industri hardware akan jadi kunci apakah produk ini bisa bersaing secara serius. Ini baru bocoran awal, tapi arahnya sudah jelas: OpenAI ingin hadir tidak hanya di layar, tapi juga di ruang tamu kita.