Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH1 hari lalu

GPT-5.6 Jadi Model Utama Microsoft Copilot 365

OpenAI mengumumkan bahwa GPT-5.6, bagian dari keluarga model terbarunya, akan menjadi model pilihan utama yang menggerakkan Microsoft Copilot 365. Ini berarti jutaan pengguna Word, Excel, Outlook, dan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya akan merasakan kemampuan AI terbaru dari OpenAI langsung di alur kerja sehari-hari mereka. Pengumuman ini menegaskan bahwa kemitraan antara dua perusahaan ini masih berjalan kuat.

Kabar ini muncul di tengah berbagai spekulasi dan "chatter" soal kemungkinan retaknya hubungan antara OpenAI dan Microsoft. Selama ini Microsoft merupakan investor dan mitra strategis terbesar OpenAI, dengan investasi bernilai miliaran dolar yang memberi mereka akses eksklusif ke model-model OpenAI untuk diintegrasikan ke produk-produk mereka. Dengan penegasan ini, OpenAI seolah ingin meluruskan bahwa kemitraan bisnis keduanya tetap solid meski ada isu-isu di balik layar.

Ini penting karena Copilot 365 adalah salah satu taruhan terbesar Microsoft di era AI — produk yang diandalkan untuk menjaga relevansi ekosistem Office di hadapan persaingan ketat dari Google Workspace yang juga agresif mengintegrasikan Gemini. Jika GPT-5.6 benar-benar menghadirkan lompatan kualitas yang signifikan, pengguna korporat bisa merasakan perbedaan nyata dalam hal penyelesaian dokumen, rangkuman email, hingga analisis data spreadsheet secara otomatis.

Yang menarik untuk diikuti adalah seberapa jauh Microsoft akan terus bergantung pada OpenAI, atau apakah mereka diam-diam juga mengembangkan model AI internal sendiri sebagai rencana cadangan. Dinamika ketergantungan versus kemandirian ini akan sangat menentukan arah strategi AI Microsoft dalam beberapa tahun ke depan.

Baca artikel asli di TechCrunch →