Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE1 hari lalu

Fable 5 Akhirnya Boleh Kembali Beroperasi Setelah Diblokir Pemerintah AS

Anthropic akhirnya mendapat lampu hijau untuk menghidupkan kembali Claude Fable 5 setelah berminggu-minggu bernegosiasi dengan pemerintahan Trump. Dalam pengumuman di X, Anthropic menyatakan akan mulai memulihkan akses ke Fable 5 secara global di platform Claude mulai hari Rabu. Akses di AWS, Google Cloud, dan Microsoft Foundry juga akan dipulihkan, meski belum ada jadwal pasti.

Pemblokiran ini terjadi karena Departemen Perdagangan AS sebelumnya memberlakukan kontrol ekspor terhadap Fable 5 dan Mythos 5. Negosiasi panjang selama beberapa minggu akhirnya membuahkan hasil setelah Departemen Perdagangan mencabut pembatasan tersebut. Ini menunjukkan bahwa model AI kelas atas kini masuk dalam radar regulasi pemerintah AS, bukan sekadar produk teknologi biasa.

Kejadian ini jadi preseden penting: untuk pertama kalinya sebuah model AI besar tertahan secara resmi oleh kebijakan ekspor pemerintah AS, mirip seperti yang selama ini terjadi pada chip semikonduktor. Bagi industri AI, ini sinyal bahwa model-model frontier ke depannya bisa saja menghadapi hambatan geopolitik yang lebih serius. Buat pengguna dan mitra bisnis Anthropic di seluruh dunia, gangguan seperti ini tentu berdampak langsung pada layanan yang bergantung pada Fable 5.

Yang menarik untuk diikuti adalah bagaimana Anthropic dan perusahaan AI lain akan menyesuaikan strategi ekspansi global mereka menghadapi regulasi semacam ini. Apakah ini akan mendorong lebih banyak pembatasan serupa untuk model AI canggih lainnya, atau justru membuka dialog yang lebih formal antara industri AI dan pemerintah? Perkembangan kebijakan di Washington soal AI ke depan jelas layak dipantau ketat.

Baca artikel asli di The Verge →