Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH21 jam lalu

Bapak Internet Vinton Cerf Akhirnya Pensiun dari Google

Vinton Cerf, salah satu tokoh yang merancang protokol dasar internet, mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Chief Internet Evangelist di Google dalam waktu dekat. Sosok yang sering disebut sebagai "Bapak Internet" ini akan meninggalkan jabatan yang sudah ia emban selama bertahun-tahun di perusahaan raksasa teknologi tersebut. Ini menjadi momen bersejarah di dunia teknologi global.

Cerf adalah salah satu arsitek di balik TCP/IP, kumpulan protokol komunikasi yang menjadi fondasi seluruh jaringan internet modern. Bersama Bob Kahn, ia mengembangkan protokol tersebut pada era 1970-an — sebuah kontribusi yang mengubah cara manusia berkomunikasi dan berbagi informasi secara permanen. Di Google, perannya sebagai "evangelist" berarti ia menjadi duta dan pemikir jangka panjang soal masa depan internet, bukan hanya insinyur teknis biasa.

Kepergian Cerf dari panggung aktif menandai berakhirnya sebuah era. Generasi pertama pembangun internet perlahan-lahan melepas tongkat estafet kepada generasi baru yang kini tengah membentuk ulang lanskap digital lewat kecerdasan buatan. Ini juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur internet yang kita gunakan setiap hari — termasuk untuk menjalankan layanan AI — berdiri di atas karya segelintir visioner dari dekade-dekade lalu.

Menarik untuk melihat bagaimana warisan pemikiran Cerf soal internet terbuka dan universal akan terus relevan di tengah perdebatan global tentang regulasi AI, kedaulatan data, dan fragmentasi internet. Apakah generasi berikutnya akan mempertahankan semangat inklusif yang ia perjuangkan, atau justru mengarah ke arah yang berbeda?

Baca artikel asli di TechCrunch →