
Sebuah startup bernama General Intuition, yang mendapat dukungan dari Jeff Bezos, punya tesis menarik: kunci menuju kecerdasan umum buatan (AGI) tersimpan di data gaming. Mereka percaya bahwa model bahasa besar seperti ChatGPT atau Claude, meskipun sangat canggih dalam memproses teks, masih punya celah besar — yaitu memahami bagaimana objek bergerak dan berinteraksi di ruang tiga dimensi seiring waktu.
Game, terutama game 3D, secara alami menghasilkan data yang kaya akan informasi spasial dan temporal. Karakter yang melompat, kendaraan yang menikung, fisika benda jatuh — semua ini adalah "pelajaran" tentang dunia nyata yang terekam dalam jumlah masif di miliaran jam sesi bermain. Pendekatan ini berbeda dari paradigma dominan yang mengandalkan teks dan gambar statis sebagai bahan bakar utama pelatihan AI.
Ini penting karena salah satu kritik terbesar terhadap LLM adalah mereka "tahu kata-kata tapi tidak mengerti dunia." Kemampuan menalar secara spasial dan temporal dianggap prasyarat untuk AI yang benar-benar bisa bertindak di dunia fisik — dari robotika hingga kendaraan otonom. Jika pendekatan General Intuition terbukti valid, industri AI bisa bergeser dari perang data teks menuju perebutan aset data game.
Yang menarik untuk diikuti adalah apakah klaim ini akan bertahan uji ilmiah yang lebih ketat, dan seberapa jauh data gaming bisa digeneralisasi ke tugas-tugas di luar layar. Keterlibatan Bezos juga memberi sinyal bahwa pertaruhan ini bukan sekadar eksperimen kecil — ada ekspektasi komersial serius di baliknya.