
OpenAI sedang bergerak lebih jauh masuk ke kehidupan sehari-hari pengguna. Perusahaan di balik ChatGPT ini membuka lowongan untuk seorang product manager khusus yang bertugas membangun pengalaman yang dirancang untuk keluarga, pengasuh, dan orang lanjut usia. Langkah ini menandakan bahwa OpenAI tidak lagi hanya menyasar profesional dan pengguna teknis, tapi juga segmen yang lebih luas dan beragam.
Selama ini ChatGPT lebih dikenal sebagai alat produktivitas untuk pelajar, developer, dan pekerja kantoran. Tapi kenyataannya, jutaan orang di luar segmen itu juga mulai menggunakan AI dalam keseharian mereka — termasuk orang tua yang ingin membantu anak belajar, atau lansia yang butuh antarmuka yang lebih ramah dan mudah dipahami. Dengan merekrut PM khusus untuk segmen ini, OpenAI secara serius mengakui bahwa kebutuhan mereka berbeda dan perlu pendekatan tersendiri.
Ini penting karena menunjukkan bahwa persaingan AI bukan lagi soal siapa yang punya model paling canggih, tapi siapa yang bisa masuk paling dalam ke rutinitas keluarga. Jika ChatGPT berhasil menjadi bagian dari rumah tangga — bukan sekadar alat kerja — dampaknya terhadap adopsi jangka panjang bisa sangat besar. Ini juga membuka pertanyaan soal privasi dan keamanan data anak-anak dan lansia yang jawabannya akan sangat diperhatikan regulator.
Yang menarik untuk diikuti adalah seperti apa wujud produk yang akan lahir dari inisiatif ini — apakah berupa mode keluarga di aplikasi yang ada, kontrol orang tua, atau bahkan produk tersendiri. Persaingan di segmen ini pun bakal sengit, mengingat Google dan Apple sudah punya ekosistem perangkat yang tertancap kuat di rumah tangga.