
Fidji Simo mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala AGI (Artificial General Intelligence) OpenAI secara penuh. Ia kini beralih ke peran sebagai "penasihat paruh waktu." Keputusan ini disampaikan langsung melalui akun X-nya, dan menjadi kelanjutan dari cuti medis yang sudah ia ambil sejak April lalu akibat kondisi neuroiimun yang dideritanya.
Simo sebelumnya menjabat sebagai CEO of Applications di OpenAI sebelum naik ke posisi kepala AGI — sebuah peran yang sangat krusial mengingat misi inti perusahaan adalah mengembangkan kecerdasan buatan tingkat umum. Mundurnya Simo bukan kejadian tunggal: hampir bersamaan, COO Brad Lightcap juga meninggalkan posisinya untuk fokus pada "proyek khusus," sementara CMO Kate Rouch mengundurkan diri demi memulihkan kesehatannya. Rouch dikabarkan berencana kembali ke peran yang lebih terbatas saat kondisinya sudah membaik.
Kepergian tiga eksekutif senior dalam waktu berdekatan tentu menimbulkan pertanyaan soal stabilitas kepemimpinan di OpenAI, justru di momen ketika persaingan di industri AI semakin ketat. Posisi kepala AGI bukan jabatan sembarangan — orang yang memegang peran ini bertanggung jawab atas arah pengembangan teknologi paling ambisius yang pernah dikejar manusia. Kekosongan atau pergantian di level ini bisa berdampak pada ritme pengembangan, budaya internal, dan kepercayaan investor maupun mitra.
Yang menarik untuk diikuti adalah siapa yang akan mengisi kekosongan kepemimpinan ini dan bagaimana OpenAI menjaga momentum di tengah guncangan internal. Kondisi kesehatan para eksekutif juga menjadi pengingat bahwa tekanan di perusahaan teknologi berskala ini sangat nyata. Apakah restrukturisasi ini akan memengaruhi prioritas OpenAI soal AGI — atau justru membuka ruang bagi pendekatan baru — masih layak untuk terus dipantau.