Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeInstagram
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
THE VERGE7 jam lalu

Tidal Tak Beri Royalti untuk Musik Buatan AI

Tidal, platform streaming musik berbayar yang dikenal fokus pada kualitas audio dan keberpihakan pada musisi, baru saja mengumumkan kebijakan baru soal musik yang dihasilkan sepenuhnya oleh AI. Mulai hari ini, konten yang teridentifikasi sebagai 100% buatan AI tidak akan lagi mendapatkan royalti. Namun Tidal tidak melarang musik AI sepenuhnya — mereka memilih jalan tengah dengan tetap mengizinkannya tayang di platform.

Mulai 15 Juli, Tidal akan memberi label khusus berupa ikon pada lagu-lagu yang terdeteksi sebagai karya AI murni, sehingga pendengar bisa tahu apa yang mereka dengarkan. Perusahaan menegaskan bahwa prioritas mereka adalah memastikan royalti mengalir ke karya orisinal yang benar-benar diproduksi, ditulis, dan dibawakan oleh manusia. Tidal belum mengungkap alat atau teknologi deteksi apa yang mereka gunakan untuk mengidentifikasi konten AI tersebut.

Langkah ini penting karena menyentuh perdebatan besar yang sedang bergulir di industri musik global: siapa yang berhak atas uang ketika AI bisa menciptakan lagu dalam hitungan detik? Dengan memutus aliran royalti ke musik AI, Tidal secara tidak langsung mengambil sikap tegas bahwa kreasi manusia harus dilindungi secara ekonomi. Ini bisa menjadi preseden yang diikuti platform lain seperti Spotify atau Apple Music ke depannya.

Menarik untuk diikuti bagaimana Tidal akan menangani kasus abu-abu — misalnya musik yang dibuat manusia tapi menggunakan AI sebagai alat bantu produksi. Transparansi soal teknologi deteksi yang mereka pakai juga akan krusial, karena akurasi sistem ini menentukan apakah kebijakan ini adil atau justru merugikan musisi yang berkolaborasi dengan AI secara kreatif.

Baca artikel asli di The Verge →